Bagi sejumlah kalangan memiliki gigi yang tidak rata pastinya cukup mengganggu penampilan, sehingga harus dilakukan perawatan behel. Terdapat beberapa macam macam behel gigi beserta gambarnya yang bisa menjadi referensi sebelum proses pemasangan.
Sejatinya setiap jenis gigi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang pastinya bisa pasien pilih. Sebelum melakukan pemasangan behel gigi, kalian juga harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli agar mendapatkan tindakan yang tepat dan tanpa adanya keluhan gigi lainnya.
Macam Macam Behel Gigi Beserta Gambarnya
Berikut ini macam macam behel gigi beserta gambarnya yang mungkin bisa menjadi referensi sebelum pasien melakukan pemasangan behel. Pilih jenis behel yang sekiranya membuatmu nyaman dari segi pemakaian maupun penampilan. Tanpa perlu berlama-lama, yuk langsung saja simak ulasan selengkapnya tentang macam macam behel gigi untuk mendapatkan struktur gigi yang rapi dan ideal.
1. Behel Gigi Konvensional
Jenis behel gigi yang pertama adalah konvensional, dimana umumnya menggunakan bahan metal cukup berat. Behel ini memang memiliki berat yang lebih dari pada jenis lainnya karena secara fungsional untuk menekan gigi agar balik ke posisi yang ideal.
Dengan demikian, behel gigi konvensional cukup efektif untuk perawatan struktur gigi agar nampak kembali rapi. Namun ketika penggunaan ini dilakukan, ternyata sejumlah pasien mengeluhkan nyeri ketika mengunyah makanan atau hanya sekedar berbicara.
Adapu lama durasi penggunaan jenis kawat gigi seperti ini terbilang lumayan, yaitu umumnya sekitar 1-3 tahun. Bergantung dari keluhan gigi yang dialami pasien dan pastinya sesuai rekomendasi dari dokter.
2. Behel Gigi Transparan
Nah jenis behel berikutnya ini sangat cocok bagi kalian yang pengen terlihat nampak tidak seperti perawatan karena bentuk dan warnanya transparan. Umumnya pasien yang menggunakan kawat jenis ini akan mengalami masa perawatan selama kurang lebih 3-9 bulan bergantung dengan rekomendasi dari dokter.
Nantinya dokter melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan struktur gigi pasien agar sesuai dari jenis perawatan dan lama pemakaian. Selain memiliki tampilan yang lebih simpel, kawat gigi transaparan cukup fleksibel dimana pasien dapat memasang dan melepasnya secara mandiri.
Sehingga ketika ingin mengonsumsi makanan yang sekiranya membuat noda dan menempel pada bagian sela-sela gigi, kawat tersebut bisa dilepas terlebih dahulu. Selain membuat tampilan nampak lebih natural, behel transparan membuat pasien merasa nyaman.
3. Behel Gigi Lingual
Jenis behel berikutnya yang biasa ditemukan ketika melakukan perawatan di klinik dental adalah behel lingual. Adapun behel seperti ini membuat pasien sama sekali tidak nampak seperti sedang melakukan perawatan gigi.
Hal ini dapat terjadi karena memang letak dari behel lingual yang berada pada bagian gigi dan menempel seperti behel konvensional. Meskipun demikian, untuk memasang behel ini perlu rekomendasi dari dokter terlebih dahulu karena adanya proses pengecekan.
Tidak semua pasien bisa memasang menggunakan behel jenis ini, terlebih bagi kalian yang memiliki gigi kecil. Karena ketika memiliki gigi kecil dan terpasang behel lingual, maka akan mengganggu kenyamanan lidah untuk bergerak saat makan atau berbicara.
4. Behel Gigi Keramik
Selanjutnya jenis behel keramik ini hampir serupa dengan behel transparan karena tidak memiliki warna serta lebih simpel. Hanya saja yang membedakan adalah behel keramik terlihat kawat membentang pada permukaan gigi.
Namun perlu kalian tahu bahwa behel keramik seiring berjalannya waktu akan berubah warna. Terlebih ketika pasien sering mengonsumsi makanan atau makanan yang menimbulkan noda pada bagian permukaan gigi.
Tak hanya perubahan warna saja, behel keramik nantinya akan lebih mudah rapuh dan pecah. Sepertinya tidak terlalu banyak pasien yang menggunakan behel jenis ini karena memang lebih rawan dari sisi kualitas kekuatan maupun ketahanan warna.
5. Behel Self-Ligating
Kemudian jenis behel yang terakhir adalah behel self-ligating yang mana hampir mirip dengan konvensional. Namun perbedaan dari behel self-ligating ini adalah dari bahannya yang tidak menggunakan karet elastis, yang mana digantikan dengan klip khusus.
Nantinya klip khusus tersebut memiliki fungsi untuk menahan posisi kawat baja pada masing-masing bracket gigi. Adanya klip juga membuat pasien merasa nyaman meskipun harus menyikat gigi ketika setelah makan atau sebelum tidur.
Hal ini karena behel self-ligating meminamilisir gesekan yang terjadi, sehingga memberikan proteksi permukaan gigi dari benturan benda lain seperti sikat gigi. Menariknya dari behel self-ligating yaitu lebih ringan dan tersedia warna transparan sehingga pasien terlihat natural seperti tidak melakukan perawatan gigi.